Tuesday, 5 July 2011

Intip Perpustakaan UI yang Baru Yuk!

Marieska Harya Virdhani
Jum'at, 24 Juni 2011 15:34 wib

Salah satu sudut perpustakaan baru UI (Foto: Margaret Puspitarini/okezone)
Salah satu sudut perpustakaan baru UI (Foto: Margaret Puspitarini/okezone)
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) mulai membuka pelayanan bagi para mahasiswa maupun masyarakat umum untuk dapat membaca buku di perpustakaan dengan koleksi lima juta buku itu. Namun, pelayanan dan fasilitas yang diberikan memang belum maksimal karena hingga kini pihak kampus masih melakukan proses pemindahan buku dari tiap fakultas.

Selain itu, secara resmi perpustakaan tersebut akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sambil menunggu jadwal presiden, mahasiswa dan masyarakat umum sudah mulai bisa membaca buku seharian penuh di sana.

Kepala Perpustakaan UI Luki Wijayanti mengatakan saat ini perpustakaan UI sudah memiliki sedikitnya 100 jenis buku online atau e-book, yang dapat diakses di manapun. Namun, kata dia, jumlah koleksi buku UI saat ini masih pada angka 750 ribu jenis dari target sebanyak lima juta buku.

“Kami masih proses pemindahan, namun untuk datang dan membaca bagi para mahasiswa dan masyarakat sudah bisa. Tetapi masyarakat umum tidak boleh membawa pulang buku yang dipinjam, kalau mahasiswa boleh. Selain itu pengunjung umum membayar iuran Rp2.000 per kunjungan, kalau mahasiswa gratis,” katanya kepada wartawan di acara peluncuran Starbucks di Perpustakaan UI, Jumat (24/6/2011).

Luki menambahkan, koleksi buku UI tentunya tak akan hanya dalam bentuk cetak namun juga elektronik, baik versi Bahasa Indonesia ataupun bahasa asing. Menurutnya, gedung perpustakaan UI seluas 30 ribu meter persegi memang sengaja dibuat luas agar tak hanya sebagai tempat olah asah otak, namun juga untuk mengembangkan ide dan pikiran.

“Dulu perpustakaan hanya untuk tempat asah otak, sekarang berbeda, yakni sebagai tempat olah rasa, olah raga, dan olah pikiran, karena itu gedungnya harus besar, agar karakter dapat terbangun,” ujarnya.

Luki menambahkan kapasitas tempat duduk yang disediakan di perpustakaan UI yakni cukup untuk sepuluh persen dari mahasiswa UI. “Yakni sedikitnya lima ribu kursi kami sediakan untuk mahasiswa UI. Proses pembangunan tahap awal enam bulan, tahap selanjutnya enam bulan, untuk interiornya juga enam bulan. Satu setengah tahun menurut saya luar biasa,” tandasnya.

Pembangunan gedung delapan lantai ini bersumber dari dana pemerintah dan industri, terutama Bank BNI. Dengan anggaran sekira Rp100 miliar, gedung perpustakaan ini didesain dengan konsep sustanaible building, sebagian kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan (solar energy).(rfa)
(sumber :kampus okezone)
Share:

0 komentar:

Post a comment