Tuesday, 5 July 2011

Untuk Bangkitkan Minat Baca, TF dan RAPP Latih Guru Pelita Pustaka

Selasa, 5 Juli 2011 12:29

Riauterkini-PELALAWAN- Tanoto Foundation dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggelar pelatihan guru Pelita Pustaka di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT) RAPP, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, 7-8 Juli 2011.

Pelatihan itu dihadiri 43 guru dari 7 sekolah di wilayah tersebut. Sebelumnya, pelatihan yang sama juga diselenggarakan di di AAA-L1(TC) Buatan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau, 4-5 Juli 2011.

Program Director Tanoto Foundation Dewi Susanti, menyebutkan, pelatihan itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada para guru dan murid-murid bahwa membaca itu menyenangkan.

Menurut Dewi, pelatihan yang dikemas dengan pendekatan pembelajaran aktif untuk orang dewasa. Guru dilatih untuk mempelajari fungsi perpustakaan, merencanakan perpustakaan yang menarik, mengkategorikan buku, menyajikan dan menyimpan buku serta membuat sistem manajemen buku.

Selain itu mereka juga dilatih untuk mengembangkan koleksi pustaka dan peraturan pustaka. Setelah pelatihan, peserta diwajibkan untuk menerapkan isi pelatihan ini di sekolah masing-masing, dengan pendampingan berkala dari staf Tanoto Foundation.

Dikatakan, saat ini kemampuan membaca (reading literacy) anak SD kelas VI di Indonesia menduduki posisi akhir dari 30 negara di dunia setelah Filipina (Vincent Greannary, 1998). Dampaknya kapabilitas anak-anak sekolah dasar dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan matematika kurang mumpuni.

Belum lagi fakta bahwa secara nasional, sampai akhir 2009, hanya 32% SD dan 63.3% SMP yang sudah memiliki perpustakaan. Jangka panjang, kecerdasan masyarakat Indonesia akan ketinggalan jauh dibandingkan dengan negara Asia seperti Filipina sekalipun (Athailah Baderi, 2006).

Mengacu pada isu di atas, Tanoto Foundation (TF) dan PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) mencoba meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengelola perpustakaan, memperkaya buku referensi dan buku bacaan, dan meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar melalui Pelatihan Guru Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan guru-guru dari 7 sekolah di wilayah Buatan.

Dewi menambahkan, jejaring dan pertemuan antar sekolah juga dibentuk agar peserta dapat berbagi pengalaman dan praktik terbaik dan menyelesaikan masalah yang dihadapi secara bersama-sama.

Pada pelatihan Pelita Pustaka itu, pihak TF mengharapkan setiap guru yang menjadi peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan bagi pengembangan pustaka sekolah. Tentunya TF berharap serangkaian pelatihan-pelatihan yang kami selenggarakan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peningkatan minat baca dan pemahaman murid terhadap bacaan.

"Sehingga dapat berefek pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tidak saja untuk perkembangan di daerah terpencil, namun untuk perkembangan di Indonesia," kata Dewi lagi.*** (rel/son)
(sumber : corporate social responsiblity)

catatan :
semoga mengambil ide dan hikmah dari suguhan artikel ini.
Share:

0 komentar:

Post a comment